Posts

Showing posts with the label katakata
aku tidak pernah memintamu untuk pergi, tapi kamu selalu kembali aku tidak pernah memintamu kembali, tapi kamu selalu kembali aku bukan orang yang perhitungan, tidak bisa kuhitung seberapa kali kamu pergi dan tidak tahu juga seberapa sering kamu kembali karena yang bisa kuhitung dan kutahu hanyalah kita ini adalah satu...
Kepada inderaku yang tertutup, kau sibakkan Kepada apiku yang membara, kau tenangkan Kepada ruang hampaku, kau kunjungi Siapakah yang sadar si anak kecil ternyata memegang kunci?
big power followed by big responsibility. but now, I think big dream also bring big responsibility... to make it true!

bisakah kamu mengartikan 'Ich liebe dich'?

mungkin benar jika ada yang bilang bahwa orang bodoh dan orang yang jatuh cinta itu bedanya tipis. seperti anak kecil yang memandang ke jendela saat hujan turun. entah dia sedang berkhayal dan mengagumi hujan ataukah dia hanya sekedar bengong tanpa tujuan. seorang pecinta bisa saja seakan 'menutup mata' dari segala kekurangan orang yang dikasihinya. namanya juga manusia, setiap dari kita juga pasti punya batasan dan terbatas. tapi di atas segala kekurangan itu, tetaplah muncul sebuah kekaguman yang mendasari rasa sayang itu muncul. ya, sebut saja itu.. cinta. seperti saat cinta menemukan ketidakpastian. cinta bukannya langsung pergi begitu saja mencari pucuk lain yang bisa dihinggapi. tapi cinta pun memiliki kesabaran seluas ribuan samudra dan sedalam hati wanita, sampai ketidakpastian itu menghilangkan kata 'tidak' dari dalamnya. seperti saat cinta memberikan ketulusan. hanya karena ingin melihat sebuah senyum tetap melengkung pada wajah seorang yang istimewa, c...
"...Kalau saja hidup tidak ber-evolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka... tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu.  Satu detik yang segenap keberadaannya dipersembahkan untuk bersamamu, dan bukan dengan ribuan hal lain yang menanti untuk dilirik pada detik berikutnya. Betapa kamu rela membatu untuk itu." (Dee dalam Filosofi Kopi)

mengingatkanku pada pagi terindah yang pernah kurasakan

pagi berlalu lagi membawa sisa-sisa rindu seperti mendung itu itu tanda langit rindu bumi jangan cemburu pada hujan pagi lebih baik kita berpeluk sebab ketika berangkulan ada kemesraan, ada kekuatan, ada kedamaian, ada kebersamaan, ada keberduaan, ada rasa kantuk, ada sedikit mabuk, ada kedamaian, ada rasa syukur, ada kedamaian, ada semuanya, termasuk cinta (Atmowiloto dalam Kau Memanggilku Malaikat)

another (best friends) leaving

sebut saja aku berpengalaman, dalam hal......... ditinggalkan. satu persatu sahabat yang kukenal di sekitarku dengan cara mereka yang berbeda entah kenapa harus pergi nun jauh demi sebuah mimpi dan cita-cita. ketahuilah ini para sahabat, aku selalu mendukung dan mendoakanmu.. terlebih untuk kamu, Archangela Eufrasia Eugene Ezra . seorang pribadi langka yang dipertemukan atas nama tarian. aku tak menyangka akan mendapat sahabat sepertimu, sayang. seorang adik kelas yang gila, pandai menari, piawai dalam membuat gerakan, sekaligus anggota tim yang bertanggung jawab. you're really a dancer-complex! kamu juga seorang adik yang super! bersama kamu aku bisa merasa menjadi seorang pujangga kata yang luar biasa, walau sesungguhnya pengetahuanku akan kata tak lebih banyak dari selinting lagu. tapi dengan pertanyaan random dari otak absurd kamu, aku bisa saja menangkap inspirasi akan kata dan sanggahan akan makna. thank you for that.. rasanya banyak sekali kenangan yang telah kit...

berbeda

malam dan pagi. terencana dan spontan. berantakan dan teratur. angka dan kata. musik dan buku. imajinasi dan logika. itu (mungkin) hanya sebagian hal. ready for the bigger one?

penyendiri melepas rindu

ruang terang meneriakkan berbagai gempita, seorang jiwa malah memilih pojok gelap, hitam tanpa lampu, sepi bernadakan angin malam. duduk diam dan menengadah. t e n a n g d a n d a m a i tanpa kata tanpa suara hanya indera pasifnya yang bekerja menangkap suara jangkrik mendengar dengung suara mesin air menangkap suara riuh rendah pertandingan mendengar deru suara mesin diesel yang lewat mencium aroma tanah basah hujan membelai kulit menahan dingin sambil menyimak pertunjukan langit tanpa suara. ... tapi, akh! harusnya gumpalan awan itu tidak berada di situ! ayo udara di stratosfer gerakkan dia! bawa dia ke belahan bumi lain dan biarkan aku tersenyum di sini pada bintangku..

semua. secara singkat.

tak suka. benci. iri. tak mau kalah. saling melempar. bersanding karena angka. lalu menjadi.. jauh. tanpa tegur sapa. dan entah sejak kapan.. kembali bertukar kata. frasa. kalimat. paragraf. cerita. lembaran. buku. dengan cerita yang naik dan turun. naik membahagia, dan turun mendera. manis tersenyum, sampai cemberut oleh gengsi. cerita itu masih berlangsung. ..dan ada yang berharap cerita itu tak segera berakhir.

pemimpi yang terbangun dari tidurnya yang bermimpi buruk.

behind the passing cloud, the sun still shine -Felicia Lim sama seperti dulu, perjalanan ini menemui awan hitam. dulu yang dulu masih bisa tersenyum di bawah awan, sebab dia suka pada hujan yang dibawa serta awan itu. sekarang yang kini lebih pekat dan padat. tak memberikan celah sedikit pun pada matahari untuk mengintip bahkan sekedar melirik. egois pula awan itu, bersikeras berada di situ padahal sekumpulan sepoian angin telah menelitiknya untuk pergi. sampai ketika sang pawang hujan datang. waw, ia bisa tarik awan itu pergi dengan cara yang tak masuk akal, tak kenal logika. bukan seperti angin yang jelas-jelas meniupnya pergi tetapi dengan trik yang hanya dia dan jalan ini yang tahu. dan awan pun, perlahan pergi. sekarang hanya ada aku, bebatuan, dan langit. dalam aku ada mimpi, di bebatuan aku berlari, berusaha menggapai langit yang tingginya tak terbatasi. seperti itulah sebuah perjalanan panjang. mungkin terdengar mustahil, tapi itu bukanlah hal yang muskil. di samping mimpi ada ...

penat rasa lain

aku butuh istirahat pikiran. kangen pake seragam lagi. kangen menggila sepulang sekolah lagi. kangen menjadi pelajar tidak pedulian lagi. kangen hanya perlu belajar textbook sepanjang malam. kangen menari sendirian di ruang TTM. kangen melihat langit berbintang. kangen jalan di pantai. kangen mendengar suara debur ombak. kangen menjadi bebas.. dan bisa tersenyum tulus. sungguh.

hariku berubah

pagi jadi siang, siang jadi sore, sore jadi malam dan malamku jadi pagi. lalu berubah lagi. pagi menjadi malam, siang dan sore menjadi pagi. lalu malamku? menjadi abstrak. semua bercampur aduk layaknya lukisan tanpa kuas. sayangnya aku tak tahu bagaimana hasilnya. lukisan itu masih dikerjakan, orang lain. oh, bukan. tapi Tuhan. Ia sedang memoles ulang lukisan yang sudah kubuat. sekarang lukisan itu ada di tanganNya dan sedang ditorehkannya cerlingcerling impian indah dan harapan. harapan itu segalanya. kalau kau punya segenggam harapan, maka kau telah memiliki segala-galanya. aku sangat percaya itu. kau boleh sebut aku polos atau bahkan naif, tapi aku tidak keberatan. selama semua itu ada yang mempercayainya, hal itu akan tetap hidup di hati. hatiku setidaknya. namun terkadang aku berpikir. salahkah aku begini? ataukah lebih baik aku memang begini?

our nite insanity

tak hanya jiwa ini yang linglung mencari waktu tidur yang tenang untuk mengakhiri hari, di ujung barat sana juga ada satu lagi manusia dengan niat yang serupa. lalu sampai.. DUAR! jiwa manusia bersatu menjadi pasukan kokoh kompak dengan pikiran menyimpang. ya, menyimpang. kegalauan keduanya menciptakan celah-celah cekung yang tak terobati dan malah saling menyatu. jiwa manusia ini membuat suatu perjanjian hidup dan mati, antara malu atau mati. jika tidak malu maka tak perlu mati. perjanjian ini penting dan sama-sama ingin dilakukan oleh keduanya, namun bukan karena ingin malu tapi ingin maju, demi masa depannya! jiwa manusia ingin berbeda. berada di tengah orang-orang penikmat hiruk pikuk hiburan kota dalam sebuah gedung, sambil tampil sebagai kaum pusat perhatian. kenakan kasut tak biasa dan pakaian kekurangan bahan. ditambah gemerincing tak sesuai dan ekspresi yang hmm menantang. jiwa manusia memang sudah gila. gila untuk sukses. sekali lagi, ini perjanjian antara malu atau mati. suk...

tumpuk menumpuk

orang datang, orang pergi. pikiran menghantui dan muncul silih berganti. waktu berjalan, bahkan berlari. kegiatan muncul namun cepat selesai satu per satu. aku cuma bisa duduk di sini dan menatap, entah kemana. tatapanku tak berarti. sulit menemukan dasarnya. satu kata bermakna telah tertanam di dalamnya. entah apakah kamu bisa menemukannya atau tidak. kalau bisa, cepat beritahu aku. sebelum aku tersesat, lebih jauh. terima kasih.

pernahkah kau merasa..

berada di suatu tempat yang menyenangkan tapi menenangkan, untukku itu cukup sebuah taman penuh hamparan bintang pada atapnya dan kerikil berbagai ukuran sebagai karpetnya. ditambah selasar bangku kayu panjang dan bantal empuk dan disempurnakan oleh segelas susu coklat panas. tempat yang tak ada orang lain tahu bahwa kamu telah menahan letupan senyum lebar di dalam hati, jauh di dalam hati. tapi pernahkah muncul dalam pikiran bahwa tempat seperti itu masih terasa... janggal? sangat ingin, dari dalam dasar lubuk hati, menarik seseorang untuk sekedar duduk di samping kanan. tak perlu berlebihan sampai disentuh, cukup hadirnya saja yang dirasa. ..mungkin rasanya senyuman itu akan lebih sempurna. ya. mungkin senyumku tidak indah tapi... sempurna. apa ada juga yang merasakan demikian?

hambatan mengejar mimpi

I wish I could remember how it feels like when I could dancing if hearing the word 'Bandung'. I wish I could remember the way I gave you support that time. I wish I could smile again when I'm daydreaming about my future life. All I can see now is.. stuck in darkness. I know I must still believe in me, I know I must keep up the spirit until the very last time, I know I must have positive thinking every time. But all of them sounds like.. bullshit. at least for rite now. I must fix myself as soon as possible. You remind me that time is running out and yes somebody told me the countdown almost every day. It was driving me insane. And the worst part is.. I dunno what to do. I just can sit down and stare nowhere.

damai dalam diam

Image
Aku ingin menyimpan perasaan ini dalam katakata agar tak lupa, tapi tak bisa. Keelokkan baris dalam puisi tak cukup kuat menahan anugerah dari alam ini. Aku hanya bisa duduk terpaku.. .. .. dan termenung. Berharap di Bandung nanti akan kutemukan penentram hati dalam nada yang lain..

tak perlu berlebihan

Makan kenyang bisa membuatku tersenyum senang, tapi cukup satu gelas frosty bisa membawa kesenangan sendiri di hati. Berada di tengah hingar bingar pesta dapat membuatku bersenang-senang, tapi hanya dengan duduk memandang langit berbintang, itu cukup membuatku tersenyum tulus. Jalan-jalan seharian yang membawa banyak barang baru bisa membuatku tertawa senang, tapi cukup dengan duduk atau berjalan-jalan sambil bertukar kata dengan orang yang kusayang dapat membuatku merasa damai dengan letupan kebahagiaan :)

pagi yang berbeda

Diam-diam aku sang malam jatuh cinta pada pagi. Dia lucu, segar dan manis. Dia bawakan banyak pemandangan lain yang tak pernah kulihat dalam malamku. Aku ingin menyeret duniaku pindah ke tempat ini. Lucu. Merasa nyaman di tengah diam yang hanya diam. Hanya mendengar suara alam, ibu-ibu di sebelah dengan 2 anaknya, banyak keluarga yang sibuk menghabiskan waktu bersama. Aku merasakan surga yang berbeda. Andai aku bisa merasa seperti ini, terus.